Friday, February 23, 2007
# 40. Nyicil legaa ^_^
Alhamdulillah...hari ini tadi udah selesai urus re-entry permit buat pulang. Sekalian ambil visa suami yang udah jadi. Kita khan ambil re-entry permitnya yg single (3000 yen per orang), trus tadi dikasih tahu sama orang Imigrasinya bahwa, kita khan jatah visanya dapatnya 3 th, enakan ambil re-entry permitnya yang multiple aja (6000 yen per orang). Karena berlakunya juga 3 th. Jadi dalam rentang 3 th itu kita pulang ke Ina berkali-kali, kita gak perlu bolak balik urus re-entry permit. Yaah..emang enakan gitu sih, lagi pula kita juga baru tahu info ini. Jadi kalo sewaktu-waktu pas pulang, misalnya di kantor suami ada yang enggak beres dan suami disuruh balik ke Jipun dulu jadi enak yach. Balik ke Jipun, trus kalo dah beres balik lagi ke Ina. Ongkosnya bo'! hahaha
Tapi tadi akhirnya kita tetep ambil yang single aja. Alhamdulillah udah beres.

Trus juga udah dapat tiket juga. Berhubung yang paling murah Garuda, ya kita naik Garuda deeey. Satu hari perjalanan, sekitar jam 7 malem udah nyampe di Surabaya, karena kita emang turun di sono.

Ya, Allah..semoga lancar semuanya, selamat tak kurang suatu apa. Udah kangen banget sama keluarga di Ina. Udah 2 th lebih blum pulang lagi. Insya ALlah ini kepulangan kami yang ke 3, khusus untuk Irsyad ini kepulangan yang ke 2.

Semoga kalo pas di Ina nanti:
- kami semua gak kena diare, dan sehat selalu
- saya bisa tetap jogging, biar BB gak naik...~Yeeaaaay~...@___@
- target rencana tercapai semua
- gak ditanya-tanyain kapan hamil yang ke3..(eh yang ke 4 ding). Siapa sih yang gak pengen. Saya tuh bawaanya udah pengen banget..mana kalo dapat kabar sana hamil, sini hamil, but kalo sponsornya (suami) masih pengen menikmati masa-masa berdua dulu..ya gimana doonk. Kemarin-kemarin rasanya masih kerasa banget, kita ber2 tuh kayak ngurus anak kembar. Lagi pula saya kalo hamil muda maboknya lama. Pengalaman dulu bawaanya perang mulu sama suami. Saya benci banget kalo lihat orang bisa makan dengan nikmat, sementara saya gak bisa.
Jadi kata suami, kamu musti siapin mental, menata hati dan kesabaran, ukur kemampuan diri dengan kondisi saat ini, kira2 sanggup gak. Pikirkan antar jemput anak gimana. Inggih.. Kang Mas...manut kok ^_^. Tapi kalo emang udah jatahnya dikasih ya diterima. Karena emang kita masih pengen nambah lagi (trutama emaknya..hehehe)

Oh iya, trus semoga:
- bisa reunian sama teman2 SMA n kuliah (allow Weed, Liya, Ida, Cici..trus siapa lagi ya. Ntar kita kontak2an ya)
- dll ^o^ (dalam rencana)

Amiin..amiin..amiin.

Labels:

posted by yubisaki @ Friday, February 23, 2007   5 comments
Tuesday, February 20, 2007
# 39. Bingung sendiri
Kalo saya amat-amati, kok banyak ya orang jepang yang lagi sendirian, baik itu sedang jalan kaki sendiri, naik sepeda sendiri..pokoknya pada posisi sendirian, mereka ini suka ngomong-ngomong sendiri. Trus ketawa or senyum sendiri, trus ngomong lagi sendiri. Apa dia itu lagi larut dalam suasana kejadian yang barusan dia alami ya, misalnya habis ngobrol ma temannya toka, habis ketemu pacarnya toka, atau...sedang mabuk? Hmm...kalo mabuk kok kayaknya enggak ya. Soalnya yang kek begini ini anak-anak sekolah juga. Anak-anak SMP SMA, mereka khan blum boleh minum bir dan sejenisnya, mosok mabuk. Waah..heran deh. Takut juga..soalnya khan wajahnya jadi aneh gitu. Wong gak ada apa-apa kok ngomong-ngomong sendiri. Apa ya bahasa jepangnya. Hitori goto? Hitori goto wo iu?

Apa hanya karena kebetulan saja saya ketemunya sama orang-orang yang lagi kayak gitu. Tapi kok sering gitu lohh! Hehehe..kalo pas lagi ketemu yang bentuknya kek gitu, otomatis khan wajah saya berubah membentuk raut bingung khan?Trus saya juga biasanya juga jadi geleng-geleng kepala sendiri sambil senyam senyum heran. Nah, jangan-jangan ntar ada orang yang sedang perhatiin wajah saya ini, ikut-ikutan menganggap saya juga sedang hitori goto. :))Hahaha..enggak lah yaaw![-X

Labels:

posted by yubisaki @ Tuesday, February 20, 2007   6 comments
Wednesday, February 14, 2007
# 38. Kamu betul, Nak...tapi...
Jarak si sulung sama si bungsu cuma terpaut 1,5 tahun. Jadi kebayang banget dulu jamannya mereka masih bayi, saya serasa ngurus anak kembar. Tanpa pembantu palagi orang tua yang nemenin saya. Karena memang waktu si bungsu lahir, kami tidak mendatangkan siapa2 dari Indonesia. Waktu itu suami masih sekolah dan kondisi ekonomi tidak memungkinkan sekali. Hiks..masa2 yang berat.@______@

Saya masih ingat dengan jelas, ketika saya lengah mengawasi Irfaan..tiba-tiba adeknya menjerit kenceng. Ternyata jempol kakinya sedang digigit oleh si Irfaan. Irsyad masih bayi merah waktu itu. Atau juga kepala adeknya dipukul pakai remot, sampai2 adeknya nangis hingga membiru mukanya. Walo Irfaan belum ngeh kalo dikasih tahu, kalo itu enggak boleh, tapi saya tetep kasih tahu dia. Hingga akhirnya lama2 dia mulai tahu kalo itu gak boleh, itu bahaya, adek harus disayang dll.

Tak terasa, mereka berdua tumbuh besar. Bisa maen bareng, bertengkar, rebutan mainan, saling gak mau ngalah, pokoknya adaaa aja temanya tiap hari. Entahlah..saya mungkin salah juga, selalu memposisikan Irfaan sebagai pihak yang harus mengalah sama adeknya. Saya bilang, adek masih kecil sayang, belum ngerti. Atau juga, adek jangan dipukul ya, Nak, adek belum ngerti..adek masih kecil. Saya tahu dia pasti kesal juga. Namun saya masih lihat-lihat situasi juga. Jadi tak selalu memenangkan adeknya kalo sedang kumat seperti itu.
Intinya, semakin kesininya saya perhatikan Irfaan hampir tidak pernah memukul adeknya. Bahkan dialah yang selalu jadi korban keganasan adeknya. Entah dipukul, digigit, ataupula dicakar bila adeknya sedang kesal. Kalo sudah begitu, pecahlah tangis kakaknya. Piluuuu...;_;
Tapi dia tak mau balas. Pelariannya langsung ambil bantal..tangisnya tumpah di situ. Seriiiing banget saya kesal juga sama adeknya. Terlalu sering dibela kali ya, jadi maunya menang sendiri. Atau memang bawaan anak bungsu? Entahlah..yang jelas ini koreksi buat saya sebagai orang tua.

Di sekolahpun Irfaan kalo dipukul temannya juga tidak mau balas. Selalu menangis. Gurunya yang cerita ke saya. Irfaan sendiri kalo dirumah juga akan cerita kalo tadi di sekolah dipukul sama ini dipukul sama itu. Oh, Nak...Ummi khawatir kamu jadi kalahan teman-temanmu. Bela diri dong, Nak..bela diri...(batin saya). Akhirnya, suatu ketika saya ngobrol sama si sulung itu.
"Irfaan, kalo Irfaan dipukul sama teman..kalo Irfaan enggak salah temannya ganti dipukul aja. Sambil bilang...sakit tahu. Irfaan khan laki-laki, harus kuat."

Saya tahu nasihat saya itu tidak benar dan kurang bijak. Tapi saya ingin anak saya lebih fight, jangan hanya bisa ngadu dan nangis.

Namun, ternyata jawaban si sulung membuat saya tercenung. Sambil berlinangan air mata dan terbata-bata dia menjawab: "Tapi Ummi...katanya Bu Erna (gurunya), khan kita gak boleh bertengkar. Irfaan gak mau." ;_;
Siapa yang gak terenyuh dengar jawabannya itu. Ya Allah..., ampuni hamba. Kamu benar, Nak. Tapi....hidup ini kejam sekali. Dan belum waktunya kamu memahaminya. Jiwa fitrahmu masih suci untuk mengerti ini semua.

Labels:

posted by yubisaki @ Wednesday, February 14, 2007   3 comments
Friday, February 09, 2007
# 37. Haree Geenee Masih Ikutan Perayaan Valentine's Day ?
Nee..ne..sebentar lagi adalah tanggal 14 Februari. Di sini suasana Valentine udah berpijar dimana-mana. Di toko-toko, supermarket, mal, jalanan..ck..ck..ck. Seperti suasana Natal kemarin yang amat kental, suasana valentine tak kalah ramainya.

Di Jepang, ada tradisi tersendiri dalam rangka merayakan hari Valentine ini. Dimana di hari itu para wanita memberi para pria yang mereka senangi dengan permen coklat. Bentuknya bisa macam-macam. Ada yang bentuk hati, dikasih hiasan yang cantik dan romantis kemudian dibungkus manis dan se-special mungkin. Ternyata hal ini dilakukan bukan dengan sukarela, tetapi menjadi sebuah kewajiban, terutama bagi yang bekerja kantoran. Mereka akan memberi teman kantor prianya dengan coklat. Atau bisa juga teman sekolah, rekan bisnis, pacar, suami dan lain-lain. Bisa dibayangkan berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk pekerjaan yang sia-sia ini. Coklat yang diberikan ini namanya adalah Giri-choko (Giri=kewajiban , choko=coklat).
Nah, nantinya akan ada hari balasan yang disebut "Hari Putih" (White Day) yang jatuh pada tanggal 14 Maret, dimana pria yang sudah mendapatkan coklat di hari Valentine diharapkan memberi sesuatu kembali.

Bagaimana kita sebagai umat Islam mensikapinya? Di entry kali ini saya akan copi paste kan artikel dari Eramuslim tentang merayakan valentine's day ini. Sebagai manusia kita pasti pernah khilaf. Semoga Allah berkenan mengampuni kekhilafan kita dan senantiasa memberikan petunjukNya untuk kita. Amiin.
--------------------------------------

Merayakan Valentine Day, Berarti Ikut Menuhankan Yesus

Kamis, 1 Peb 07 14:11 WIB

Di hari-hari ini, sesekali pergilah ke mall atau supermarket besar yang ada di kota Anda. Lihatlah interior mall atau supermarket tersebut. Anda pasti menjumpai interiornya dipenuhi pernak-pernik—apakah itu berbentuk pita, bantal berbentuk hati, boneka beruang, atau rangkaian bunga—yang didominasi dua warna: pink dan biru muda.

Dan Anda pasti mafhum, sebentar lagi kebanyakan anak-anak muda seluruh dunia akan merayakan Hari Kasih Sayang atau yang lebih tenar distilahkan dengan Valentine Day.

Momentum ini sangat disukai anak-anak remaja, terutama remaja perkotaan. Karena di hari itu, 14 Februari, mereka terbiasa merayakannya bersama orang-orang yang dicintai atau disayanginya, terutama kekasih. Valentine Day memang berasal dari tradisi Kristen Barat, namun sekarang momentum ini dirayakan di hampir semua negara, tak terkecuali negeri-negeri Islam besar seperti Indonesia.

Sayangnya, tidak semua anak-anak remaja memahami dengan baik esensi dari Valentine Day. Mereka menganggap perayaan ini sama saja dengan perayaan-perayaan lain seperti Hari Ibu, Hari Pahlawan, dan sebagainya. Padahal kenyataannya sama sekali berbeda.

Hari Ibu, Hari Pahlawan, dan semacamnya sedikit pun tidak mengandung muatan religius. Sedangkan Valentine Day sarat dengan muatan religius, bahkan bagi orang Islam yang ikut-ikutan merayakannya, hukumnya bisa musyrik, karena merayakan Valentine Day tidak bisa tidak berarti juga ikut mengakui Yesus sebagai Tuhan. Naudzubilahi min Dzalik. Mengapa demikian?

SEJARAH VALENTINE DAY

Sesungguhnya, belum ada kesepakatan final di antara para sejarawan tentang apa yang sebenarnya terjadi yang kemudian diperingati sebagai hari Valentine. Dalam buku ‘Valentine Day, Natal, Happy New Year, April Mop, Hallowen: So What?” (Rizki Ridyasmara, Pusaka Alkautsar, 2005), sejarah Valentine Day dikupas secara detil. Inilah salinannya:

Ada banyak versi tentang asal dari perayaan Hari Valentine ini. Yang paling populer memang kisah dari Santo Valentinus yang diyakini hidup pada masa Kaisar Claudius II yang kemudian menemui ajal pada tanggal 14 Februari 269 M. Namun ini pun ada beberapa versi. Yang jelas dan tidak memiliki silang pendapat adalah kalau kita menelisik lebih jauh lagi ke dalam tradisi paganisme (dewa-dewi) Romawi Kuno, sesuatu yang dipenuhi dengan legenda, mitos, dan penyembahan berhala.

Menurut pandangan tradisi Roma Kuno, pertengahan bulan Februari memang sudah dikenal sebagai periode cinta dan kesuburan. Dalam tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari disebut sebagai bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.

Di Roma kuno, 15 Februari dikenal sebagai hari raya Lupercalia, yang merujuk kepada nama salah satu dewa bernama Lupercus, sang dewa kesuburan. Dewa ini digambarkan sebagai laki-laki yang setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing.

Di zaman Roma Kuno, para pendeta tiap tanggal 15 Februari akan melakukan ritual penyembahan kepada Dewa Lupercus dengan mempersembahkan korban berupa kambing kepada sang dewa.
Setelah itu mereka minum anggur dan akan lari-lari di jalan-jalan dalam kota Roma sambil membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Para perempuan muda akan berebut untuk disentuh kulit kambing itu karena mereka percaya bahwa sentuhan kulit kambing tersebut akan bisa mendatangkan kesuburan bagi mereka. Sesuatu yang sangat dibanggakan di Roma kala itu.

Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno yang berlangsung antara tanggal 13-18 Februari, di mana pada tanggal 15 Februari mencapai puncaknya. Dua hari pertama (13-14 Februari), dipersembahkan untuk dewi cinta (Queen of Feverish Love) bernama Juno Februata.

Pada hari ini, para pemuda berkumpul dan mengundi nama-nama gadis di dalam sebuah kotak. Lalu setiap pemuda dipersilakan mengambil nama secara acak. Gadis yang namanya ke luar harus menjadi kekasihnya selama setahun penuh untuk bersenang-senang dan menjadi obyek hiburan sang pemuda yang memilihnya.

Keesokan harinya, 15 Februari, mereka ke kuil untuk meminta perlindungan Dewa Lupercalia dari gangguan serigala. Selama upacara ini, para lelaki muda melecut gadis-gadis dengan kulit binatang. Para perempuann itu berebutan untuk bisa mendapat lecutan karena menganggap bahwa kian banyak mendapat lecutan maka mereka akan bertambah cantik dan subur.

Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara paganisme (berhala) ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani. Antara lain mereka mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I.

Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati Santo Valentine yang kebetulan meninggal pada tanggal 14 Februari.

Tentang siapa sesungguhnya Santo Valentinus sendiri, seperti telah disinggung di muka, para sejarawan masih berbeda pendapat. Saat ini sekurangnya ada tiga nama Valentine yang meninggal pada 14 Februari. Seorang di antaranya dilukiskan sebagai orang yang mati pada masa Romawi. Namun ini pun tidak pernah ada penjelasan yang detil siapa sesungguhnya “St. Valentine” termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.

Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II yang memerintahkan Kerajaan Roma berang dan memerintahkan agar menangkap dan memenjarakan Santo Valentine karena ia dengan berani menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih, sembari menolak menyembah tuhan-tuhannya orang Romawi. Orang-orang yang bersimpati pada Santo Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.

Versi kedua menceritakan, Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat di dalam medan peperangan daripada orang yang menikah. Sebab itu kaisar lalu melarang para pemuda yang menjadi tentara untuk menikah. Tindakan kaisar ini diam-diam mendapat tentangan dari Santo Valentine dan ia secara diam-diam pula menikahkan banyak pemuda hingga ia ketahuan dan ditangkap. Kaisar Cladius memutuskan hukuman gantung bagi Santo Valentine. Eksekusi dilakukan pada tanggal 14 Februari 269 M.

TRADISI KIRIM KARTU

Selain itu, tradisi mengirim kartu Valentine itu sendiri tidak ada kaitan langsung dengan Santo Valentine. Pada tahun 1415 M, ketika Duke of Orleans dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang St. Valentine tanggal 14 Februari, ia mengirim puisi kepada isterinya di Perancis.

Oleh Geoffrey Chaucer, penyair Inggris, peristiwa itu dikaitkannya dengan musim kawin burung-burung dalam puisinya.

Lantas, bagaimana dengan ucapan “Be My Valentine?” yang sampai sekarang masih saja terdapat di banyak kartu ucapan atau dinyatakan langsung oleh pasangannya masing-masing? Ken Sweiger mengatakan kata “Valentine” berasal dari bahasa Latin yang mempunyai persamaan dengan arti: “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat, dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini sebenarnya pada zaman Romawi Kuno ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi.

Disadari atau tidak, demikian Sweiger, jika seseorang meminta orang lain atau pasangannya menjadi “To be my Valentine?”, maka dengan hal itu sesungguhnya kita telah terang-terangan melakukan suatu perbuatan yang dimurkai Tuhan, istilah Sweiger, karena meminta seseorang menjadi “Sang Maha Kuasa” dan hal itu sama saja dengan upaya menghidupkan kembali budaya pemujaan kepada berhala.

Adapun Cupid (berarti: the desire), si bayi atau lelaki rupawan setengah telanjang yang bersayap dengan panah adalah putra Nimrod “the hunter” dewa Matahari. Disebut tuhan Cinta, karena ia begitu rupawan sehingga diburu banyak perempuan bahkan dikisahkan bahwa ibu kandungnya sendiri pun tertarik sehingga melakukan incest dengan anak kandungnya itu!

Silang sengketa siapa sesungguhnya Santo Valentine sendiri juga terjadi di dalam Gereja Katolik sendiri. Menurut gereja Katolik seperti yang ditulis dalam The Catholic Encyclopedia (1908), nama Santo Valentinus paling tidak merujuk pada tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda, yakni: seorang pastur di Roma, seorang uskup Interamna (modern Terni), dan seorang martir di provinsi Romawi Afrika. Koneksi antara ketiga martir ini dengan Hari Valentine juga tidak jelas.

Bahkan Paus Gelasius II, pada tahun 496 menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui secara pasti mengenai martir-martir ini, walau demikian Gelasius II tetap menyatakan tanggal 14 Februari tiap tahun sebagai hari raya peringatan Santo Valentinus.

Ada yang mengatakan, Paus Gelasius II sengaja menetapkan hal ini untuk menandingi hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.

Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus di Via Tibertinus dekat Roma, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Jenazah itu kemudian ditaruh dalam sebuah peti emas dan dikirim ke Gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada 1836.

Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine, di mana peti emas diarak dalam sebuah prosesi khusyuk dan dibawa ke sebuah altar tinggi di dalam gereja. Pada hari itu, sebuah misa khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta. Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 dengan alasan sebagai bagian dari sebuah usaha gereja yang lebih luas untuk menghapus santo dan santa yang asal-muasalnya tidak bisa dipertanggungjawabkan karena hanya berdasarkan mitos atau legenda. Namun walau demikian, misa ini sampai sekarang masih dirayakan oleh kelompok-kelompok gereja tertentu.

Jelas sudah, Hari Valentine sesungguhnya berasal dari mitos dan legenda zaman Romawi Kuno di mana masih berlaku kepercayaan paganisme (penyembahan berhala). Gereja Katolik sendiri tidak bisa menyepakati siapa sesungguhnya Santo Valentine yang dianggap menjadi martir pada tanggal 14 Februari. Walau demikian, perayaan ini pernah diperingati secara resmi Gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia dan dilarang secara resmi pada tahun 1969. Beberapa kelompok gereja Katolik masih menyelenggarakan peringatan ini tiap tahunnya.

KEPENTINGAN BISNIS

Kalau pun Hari Valentine masih dihidup-hidupkan hingga sekarang, bahkan ada kesan kian meriah, itu tidak lain dari upaya para pengusaha yang bergerak di bidang pencetakan kartu ucapan, pengusaha hotel, pengusaha bunga, pengusaha penyelenggara acara, dan sejumlah pengusaha lain yang telah meraup keuntungan sangat besar dari event itu.

Mereka sengaja, lewat kekuatan promosi dan marketingnya, meniup-niupkan Hari Valentine Day sebagai hari khusus yang sangat spesial bagi orang yang dikasihi, agar dagangan mereka laku dan mereka mendapat laba yang amat sangat besar. Inilah apa yang sering disebut oleh para sosiolog sebagai industrialisasi agama, di mana perayaan agama oleh kapitalis dibelokkan menjadi perayaan bisnis.

PESTA KEMAKSIATAN

Christendom adalah sebutan lain untuk tanah-tanah atau negeri-negeri Kristen di Barat. Awalnya hanya merujuk pada daratan Kristen Eropa seperti Inggris, Perancis, Belanda, Jerman, dan sebagainya, namun dewasa ini juga merambah ke daratan Amerika.

Orang biasanya mengira perayaan Hari Valentine berasal dari Amerika. Namun sejarah menyatakan bahwa perayaan Hari Valentine sesungguhnya berasal dari Inggris. Di abad ke-19, Kerajaan Inggris masih menjajah wilayah Amerika Utara. Kebudayaan Kerajaan inggris ini kemudian diimpor oleh daerah koloninya di Amerika Utara.

Di Amerika, kartu Valentine pertama yang diproduksi secara massal dicetak setelah tahun 1847 oleh Esther A. Howland (1828 – 1904) dari Worcester, Massachusetts. Ayahnya memiliki sebuah toko buku dan toko peralatan kantor yang besar. Mr. Howland mendapat ilham untuk memproduksi kartu di Amerika dari sebuah kartu Valentine Inggris yang ia terima. Upayanya ini kemudian diikuti oleh pengusaha-pengusaha lainnya hingga kini.

Sejak tahun 2001, The Greeting Card Association (Asosiasi Kartu Ucapan AS) tiap tahun mengeluarkan penghargaan "Esther Howland Award for a Greeting Card Visionary" kepada perusahaan pencetak kartu terbaik.

Sejak Howland memproduksi kartu ucapan Happy Valentine di Amerika, produksi kartu dibuat secara massal di selutuh dunia. The Greeting Card Association memperkirakan bahwa di seluruh dunia, sekitar satu milyar kartu Valentine dikirimkan per tahun. Ini adalah hari raya terbesar kedua setelah Natal dan Tahun Baru (Merry Christmast and The Happy New Year), di mana kartu-kartu ucapan dikirimkan. Asosiasi yang sama juga memperkirakan bahwa para perempuanlah yang membeli kurang lebih 85% dari semua kartu valentine.

Mulai pada paruh kedua abad ke-20, tradisi bertukaran kartu di Amerika mengalami diversifikasi. Kartu ucapan yang tadinya memegang titik sentral, sekarang hanya sebagai pengiring dari hadiah yang lebih besar. Hal ini sering dilakukan pria kepada perempuan. Hadiah-hadiahnya bisa berupa bunga mawar dan coklat. Mulai tahun 1980-an, industri berlian mulai mempromosikan hari Valentine sebagai sebuah kesempatan untuk memberikan perhiasan kepada perempuan pilihan.

Di Amerika Serikat dan beberapa negara Barat, sebuah kencan pada hari Valentine sering ditafsirkan sebagai permulaan dari suatu hubungan yang serius. Ini membuat perayaan Valentine di sana lebih bersifat ‘dating’ yang sering di akhiri dengan tidur bareng (perzinaan) ketimbang pengungkapan rasa kasih sayang dari anak ke orangtua, ke guru, dan sebagainya yang tulus dan tidak disertai kontak fisik. Inilah sesungguhnya esensi dari Valentine Day.

Perayaan Valentine Day di negara-negara Barat umumnya dipersepsikan sebagai hari di mana pasangan-pasangan kencan boleh melakukan apa saja, sesuatu yang lumrah di negara-negara Barat, sepanjang malam itu. Malah di berbagai hotel diselenggarakan aneka lomba dan acara yang berakhir di masing-masing kamar yang diisi sepasang manusia berlainan jenis. Ini yang dianggap wajar, belum lagi party-party yang lebih bersifat tertutup dan menjijikan.

IKUT MENGAKUI YESUS SEBAGAI TUHAN

Tiap tahun menjelang bulan Februari, banyak remaja Indonesia yang notabene mengaku beragama Islam ikut-ikutan sibuk mempersiapkan perayaan Valentine. Walau sudah banyak di antaranya yang mendengar bahwa Valentine Day adalah salah satu hari raya umat Kristiani yang mengandung nilai-nilai akidah Kristen, namun hal ini tidak terlalu dipusingkan mereka. “Ah, aku kan ngerayaain Valentine buat fun-fun aja…, ” demikian banyak remaja Islam bersikap. Bisakah dibenarkan sikap dan pandangan seperti itu?

Perayaan Hari Valentine memuat sejumlah pengakuan atas klaim dogma dan ideologi Kristiani seperti mengakui “Yesus sebagai Anak Tuhan” dan lain sebagainya. Merayakan Valentine Day berarti pula secara langsung atau tidak, ikut mengakui kebenaran atas dogma dan ideologi Kristiani tersebut, apa pun alasanya.

Nah, jika ada seorang Muslim yang ikut-ikutan merayakan Hari Valentine, maka diakuinya atau tidak, ia juga ikut-ikutan menerima pandangan yang mengatakan bahwa “Yesus sebagai Anak Tuhan” dan sebagainya yang di dalam Islam sesungguhnya sudah termasuk dalam perbuatan musyrik, menyekutukan Allah SWT, suatu perbuatan yang tidak akan mendapat ampunan dari Allah SWT. Naudzubillahi min dzalik!

“Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut, ” Demikian bunyi hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Tirmidzi.

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah juga berkata, “Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, “Selamat hari raya!” dan sejenisnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah. ”

Allah SWT sendiri di dalam Qur’an surat Al-Maidah ayat 51 melarang umat Islam untuk meniru-niru atau meneladani kaum Yahudi dan Nasrani, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim." Wallahu'alam bishawab.(Rz)


Labels:

posted by yubisaki @ Friday, February 09, 2007   3 comments
Thursday, February 08, 2007
# 36. Lagi pada sakit :(
Sejak hari Senin sepulang sekolah Irsyad panas. Memang sih, dua-duanya sejak hari Ahad udah mulei pada uhuk-uhuk, hidung mampet plus meler. Akhirnya hari Selasa saya bawa keduanya ke klinik. Alhamdulillah dapat obat, tapi obat batuk aja. Yang obat penurun panas buat Irsyad enggak dikasih ma sensei. Karena waktu saya bawa ke klinik itu Irsyad panasnya udah mulei turun (sekitar 37). Kata sensei, berhubung pagi ini panasnya turun jadi enggak dikasih obat penurun panas aja dulu. Ntar kalo di rumah panasnya naik lagi cepetan bawa ke sini lagi ya..datte.

Yach..dok, cuapek nya bolak balik itu loh. Mana jalannya nanjak lagi, bawa anak 2 genjot sepeda. Tapi memang dokter di sini selalu hati-hati kasih obat. Enggak asal kasih. Alhamdulillah, habis dari klinik itu Irsyad panasnya enggak naik lagi. Bahkan jadi adem. Tapi dua-duanya tetep aja saya suruh istirahat di rumah, alias ijin sekolah 2 hari (Selasa dan Rabu). Berhubung lagi pada kurang sehat, jadinya pada sensitif semuanya. Minta snack inilah, itulah, bikinin ini bikinin itu. Ngerecokin ini ngerecokin itu...Sabar..sabar. Berhubung emaknya juga lagi libur sholat, kebawa sensi juga. Ini mah karena hormon ya..^o^

Oh iya, masih ada hubungannya dengan bawaan sensitif nih. Waktu hari Selasa itu, sekitar pk.11.30 an lah, ada yang ngebel pintu. Waah..siapa yaa..sayalagi sibuk bikin surat pembatalah order barang niy. Jadi lagi enak-enak konsen ada si komo lewat. Sementara anak-anak udah ribut, "Siapa, Mi..siapa Mi..?"
Nah, ributnya anak-anak ini pas di pintu lagi, jadi kedengeran dari luar dong. Biasanya saya mah cuek enggak saya bukain (asal emang enggak ada janji ma teman..or tuh tamu udah saya intip dari dalam). Berhubung suara anak-anak udah ribut duluan...maka mau tak mau dengan terpaksa saya bukain. Pertama intip dulu. Wow..ada bule wanita sama laki-laki jepang. Saya ambil jilbab dulu. Saya udah mikir..kayaknya sih misionaris. Trus saya buka pintu...dengan muka tanpa ekspresi.

Yang kasih salam adalah yang wanita bule itu. Sementara laki-laki jepangnya diem di belakangnya. Trus wanita tadi nanya ke saya: "Can you speak english?" Saya jawab dengan PD nya: NO! hehehe
Trus dia lanjut nanya: "Can you speak japanese?". Saya jawab lagi: "NO!"
Trus dia meringis, entah ngejek entah heran gituh...saya mah cuek aja. Kerjaan saya buanyak, nulis email tertunda..(mana sambil khawatir mail saya dioprek-oprek ma anak2 lagi). Cepetan duongg..!
Trus akhirnya karena penasaran kali ya, dia nanya gini: "Trus anda tuh pakai bahasa apa?"
Saya jawab dengan lantang tanpa dosa: "INDONESIA." Dan dalam hati ngomong: "Hayo..elu mo ngapa? Wong aku orang Indonesia ya pakai bahasa indonesia lah."
Hahahah..emang sih kayaknya dia gak percaya deh. Yaa..biarin aja.

Lanjut ke cerita, seperti ya saya duga sebelumnya, dia bilang kalo dia punya artikelnya yg mo dikasih ke saya itu yg bahasa indonesia. Hmm...Yappari...missionaris. Akhirnya saya bilang, No Thanks dengan tegas. Trus dia minta maaf dan pamit.

Sudah terlalu sering seperti ini. Pernah juga yang dulu-dulu suami sampai sempat berdebat sama mereka di depan pintu. Mereka ini ada yang enggak menguasai materi, ada yang emang menguasai. Pernah juga saya dicegat di jalan, diajak ngobrol dengan muka yang muanisss, trus mereka juga maksa-maksa bantuin bawa belanjaan saya (tapi saya tolak). Ujung-ujungnya sudah bisa ditebak..mereka mo ngasih artikel tentang bibel dalam bahasa Indonesia. Saya jawab..saya tahu kok. Saya udah baca, dan saya udah sering ketemu sama orang yang bekerja seperti kalian-kalian ini. Dan mereka kaget. Ah sudahlah...kalo memang ajaran kasih sayang yang kalian bawa...mengapa saudara-saudara kami di Irak, di Palestine dan di belahan bumi yang lain kalian bunuhi...kalian musuhi..kalian usir dari tanah airnya?

Udah dulu ah postingnya. Minna san..jaga kesehatan ya. ^_^
Current music: Hoshi wo Mezashite
Current mood: udah mood lagi ^_^

Labels:

posted by yubisaki @ Thursday, February 08, 2007   7 comments
Friday, February 02, 2007
# 35. Siji
Menjelang tidur sambil nonton TV dan mindah-mindah channel, saya minta suami mencet no 8 (pakai bahasa jawa). Trus suami minta tolong ke Irfaan untuk mencet. Jelas aja Irfaan kebingungan, bahasa dari planet manakah itu? Hehehe:-?

Saya dan suami memang kalo ngobrol pakai bahasa Jawa, tapi dengan anak-anak pakai bahasa Indonesia dan Jepang. Tapi dominan bahasa Indonesia lah yaw..;). Nah, walopun kami selalu pakai bahasa Jawa, anak-anak tuh gak pernah ikutan pakai. Gak tahu juga kalo mereka sebenarnya merekam. Tapi pernah juga saya ngomong pakai bahasa Jawa ke mereka, namun mereka gak paham blas. Trus semalam tuh emang suami lagi pengen ngerjain anak-anak, ngasih perintah (angka dalam bahasa Jawa) untuk pencet channel TV (pakai remot):

Abi : "Nomer Wolu, Fan!" (nomor 8)
Irfaan: "Heee...nani? Nani sore,...mmm wakaranai." (Hee? Apa? Gak tahu...*sambil cengengesan*)
Abi : "Wolu itu delapan." (*sambil ketawa-ketawa*)
Irfaan: "Heee...delapan ka? Ooh."
Abi : "Kalo siji itu berapa, Fan?
Irfaan: "...Mmm...TUJUH!" (dengan pedenya)

Saya dan suami langsung tertawa lepas dengar jawabannya. Gak nyangka kalo dia bakalan njawab tujuh. Kali terdengarnya itu SICHI apa ya? (Sichi itu adalah bahasa jepangnya angka 7).
Langsung deh dibenerin sama suami, kalo siji itu adalah bahasa Jawanya angka 1.

Pertanyaan selanjutnya dari Irfaan: "Jawa tte nani?" (Jawa itu apa?)
:D

Labels:

posted by yubisaki @ Friday, February 02, 2007   4 comments
About me
My Photo
Name: WS. Safarindiyah
Location: Bekasi, Indonesia

Female, 31, Wong nJowo, Jogging, Beladiri, movie, dorama, love family, love INDONESIA -peace-

Storiez
Archives
Friends
Links
Belajar Nihongo
Comunity
Indonesian Muslim Blogger
Photobucket - Video and Image Hosting
Credit
Powered by Blogger
Visitors


free counters



web site counters
Dell Coupon

Template by
Blogger templates