Beberapa hari menjelang HUT RI ke 64 (Merdeka!), pagi2 saat bangun tidur, mata ini menagkap untaian bendera kecil2 yang telah dirangkai kemudian di pasang dari pohon ke seberang pohon sepanjang lorong. Juga tiap rumah tetangga saya, di pagarnya dipasangi tiang yang atasnya terikat sang saka merah putih. "Wah iya...saya belum masang nih", batin saya. Tapi segera tersadar...kalo ternyata saya belum punya bendara merah putih di rumah!..."WAKKS..ow..ow..!". Setelah diingat2...saya baru pindah ke sini khan akhir Agustus tahun lalu, pantas saja, momen 17 an terlewatkan. Bener2 ga kepikiran kalo bendera merah putih itu kita blum punya.
Akhirnya, waktu saya jalan ke klinik untuk mengantar berobat Irsyad, di jalan2 banyak orang yang jualan bendera ini lengkap dengan tiangnya. Mereka jualan menggunakan gerobak (didorong). Ukuran bendera yang dijual juga bervariasi, dari yang kecil, sedang dan besar. Saya beli yang ukuran sedang saja. Harganya 25 ribu rupiah. Tiangnya 10 ribu rupiah. Awalnya saya tawar, ternyata ga dikasih. Demi melihat wajah si penjual yang bermandi peluh, kepanasan, dagangan juga masih banyak (apa ya laku banyak?..gitu pikir saya)..akhirnya saya beli aja. Biarin deh...nyenengin orang.
Ternyata dari berita di tv, gak cuma di jakarta aja yg banyak menjual bendera seperti ini. Di kota2 lain juga banyak, tapi sepi pembeli. Ya Allah..saya jadi sedih. Apa ya masih bisa mendapatkan untung mereka itu?.Semoga rizki Allah mengalir untuk mereka yang berjuang untuk mengaisnya dengan jalan yang halal. Amiin.Labels: hidup di indonesia |