| Tuesday, January 26, 2010 |
| # 188. Menjadi 32 |
Bulan ini, saya menjadi 32 tahun. Waktu berlalu dengan cepat sekali. Oh..saya semakin tua. Saya bukan anak kecil lagi, bukan remaja atau ABG lagi, yang mana selalu menantikan hari ulang tahunnya akan menjadi hari yang istimewa, ada sesuatu yang istimewa juga,... dan lain sebagainya dan lain sebagainya.Jadi, bagaimana kemarin?
Alhamdulillah...
Bagi saya, memasuki usia 30 itu sudah memasuki gerbang "warning". Mungkin ada yang tidak sepakat dengan saya. Karena, "warning" bisa saja dari usia berapapun..usia muda atau tua (sebenarnya katagori muda dan tua itu juga saya masih bingung..30 masuk katagori mana ya?..^_^). Kembali ke "warning" tadi, entahlah..di usia 30 kemarin dulu itu (waktu itu masih di negeri momiji)..bener2 deh..saya itungin jarun jam keluar dari angka 12 (sampai segitunya?). Secara tidak langsung memang saya akui, saya terbawa pemikiran wanita Jepang ketika mereka memasuki usia 30 tahun. Saya sangat sedih waktu itu. Saya merasa tidak siap. Karena rasanya kalo umur masih kepala 2 tuh masih fun dan imut...hehehe. Makanya begitu masuk 30..waaaks.."WARNING"...tanda-tanda penuaan dini mulai tampak bukan?..Loh..kok jadi melenceng temanya menjadi ajang konsultasi kecantikan yah..^o^
Tapi, Alhamdulillah dengan begitu saya jadi terlecut untuk semakin mendewasakan diri dan berusaha sekuat tenaga untuk bijak mensikapi segala sesuatu. Saya itu orangnya meledak-ledak..(emangnya mercon apa ^.^..)..Nah, jadiii sebisa mungkin saya berusaha mencerna semuanya..yah..semua hal yang tidak sejalan dengan pemikiran saya. Luar biasa melelahkan, tapi saya tidak mau menyerah. Anak-anak semakin besar, dia semakin bercermin pada kedua orang tuanya. Daaan..kondisi kepulangan saya ke sini, jelas sangat berpengaruh terhadap hal itu. Misalnya, saat kedua orang tua saya menemani saya menjelang kelahiran si bungsu..selama sekitar 4 bulan saya berkumpul dengan mereka. Banyak hal yang saling berbenturan antara idealisme saya, suami, dan orang tua saya. Masha Allah...benar-benar menguji kesabaran. Tapi dari situ saya merasa Allah sering menegur saya, dengan menunjukkan bahwa pendapat orang tua saya ternyata lebih benar dan hasil ngeyel saya yang ternyata salah. Seriiing begitu..lama-lama saya jadi ngerem. Itu yang bikin saya malu hati...itu yang bikin saya semakin sadar. Dan itu sangat saya syukuri.
Alhamdulillah Ya Robb, Engkau sangat menyayangi hamba yang bodoh ini, Engkau masih memberi kesempatan pada hamba untuk terus belajar dan berbenah diri. Dengan bertambahnya usia hamba, hamba semakin takut Ya Allah..bekal hamba masih sedikit sekali..sedangkan kepastian tentang hari kepulangan hamba menghadapMu semakin dekat dan pasti. Peristiwa-peristiwa kepergian teman-teman yang seumuran hamba, bahkan ada yang lebih muda dari hamba, benar-benar merupakan tadzkiroh. Tolong jaga hati hamba agar tidak lengah dari petunjukMu Ya Rohmaan Ya Rohiim. Dan tak lupa, sujud syukur hamba atas segala nikmat hingga detik ini.
Wahai diri, camkan yah.. kamu sudah 32 tahun sekarang. Ingat pesan ayah ibu kemarin.."Semoga kamu tambah sabar yo, Nduk, kamu sudah semakin tua, Nduk. Sing sareh atine, sabar momong anak-anak dan suami kamu...". Amiin...Amiin..Amiin. |
posted by yubisaki @ Tuesday, January 26, 2010   |
|
|
| 1 Comments: |
-
Hihihi, ternyata kita seumuran, cuma beda 1 bulan :D
|
| |
| << Home |
| |
| |
|
|
|
Hihihi, ternyata kita seumuran, cuma beda 1 bulan :D